Bisa jadi secantik ini.“Marlene, kamu Marlene?” Dia langsung berlari dan menyandarkan tubuhnya ke dadaku sambil menangis. Video bokep “Oouuch.. “Bukunya sudah kukembalikan ke perpustakaan seminggu lalu” jawabnya tanpa rasa berdosa. Isi rumahnya sangat rapi dan bersih, apa dia sendiri yang membersihkannya?“Ayo naik, kamarku ada di atas” katanya. Segera kunyalakan motor kesayanganku.“Pegangan ya” kataku. Bisa-bisanya dia bicara begitu, dasar rayuan gombal. “Ya ini aku Marlene”
“Setelah di SD aku sangat merindukanmu, aku tak pernah berpacaran Erik, aku terus mencarimu” cercahnya sambil menangis.Aku mengusap air matanya dan menyibakkan rambut ikalnya, dia menegakkan kepalanya dan menatapku. “Tunggu Erik, aku mencintaimu!” Jeritnya.Aku terhenti dan berbalik, apa katanya, aneh sekali.




















