“Siap untuk kejutannya, Sayang” katanya sambil mencium bibirku dengan lembut. Sebenarnya bukan itu yang mau aku ceritakan. Bokep Tapi suamiku malah berkata, “Siap buat hadiahnya Sayang?”. Kulihat Ivan masih tertidur pulas. “Cuma segelas champagne kok, tetapi di gelas kamu ditambah dengan beberapa tetes spanish fly”, katanya sambil tersenyum. “Halo Ivan, ayo silakan duduk jangan sungkan, perkenalkan ini Lia istri saya”. “Apaan tuh Mas, jangan main rahasia-rahasiaan dong” kataku lagi. Tak lama kami menyelesaikan makan malam kami, setelah berjalan – jalan sebentar melihat lihat pemandangan di lobby, suamiku mengajakku kembali ke kamar. Tangan suamiku meremas perlahan payudaraku dan bibirnya melumat bibirku. Memang dari rumah aku sudah menduga bahwa ada kejutan yang sangat merangsang yang akan diberikan oleh suamiku, tetapi aku tidak menduga betapa luar-biasanya




















