“Udah ya Non, kita pulang dulu, makasih banget THRnya, lain kali lagi yah hehehe…!” pamitnya sambil meremas payudara Sherin. Mereka bertiga tertawa-tawa mendengarnya, akhirnya Pak Irfan mengalah sedikit dan membiarkan Jabir menjilati vagina Sherin. Bokep Setelah Pak Udin melepaskan ciumannya, ia masih harus beradu lidah dengan Pak Irfan yang menggantikannya.“Oohh…gila, ini sinting…tapi…tapi nikmat sekali !” Sherin mengalami pergumulan hebat dalam hatinya.Sekitar setengah jam kemudian, Sherin mendesah makin keras, dia merasa tubuhnya mengejang hebat dan dari vaginanya ingin mengeluarkan sesuatu yang makin tak tertahankan.“Aakkhh….aahhh…oohhh !” Sherin mendesah panjang sekali, ia mengalami orgasme panjang yang membawanya pada puncak kenikmatan tertinggi.Dia memeluk erat-erat tubuh Pak Irfan yang saat itu sedang menjilati lehernya. Ketika Pak Udin melumat bibirnya, Sherin memejamkan mata menahan jijik, betapa tidak bibir Pak




















