Kehidupanku yang gelamor dan banyak uang, seakan memuluskan jalan untuk berbuat seenaknya.Dari mulai minum-minum di beberapa cafe ataupun bar, menghisap ‘gele’ sampai ‘putaw’. Bokep indo Aku yang awalnya merasa ragu, akhirnya tidak berkutik, aku pun bagaikan kerbau dicocok hidungnya. Awalnya, hanya sekedar ngobrol sana-sini, namun satu ketika Tante Mia mengisyaratkan satu tingkah nakal. Entah mengapa, aku cenderung memilih-milih pergaulan. Jadilah kami hanya menikmati lembutnya alunan musik live berduaan saja. Gaya bicaranya yang mirip dengan yang dikatakan ABG kekinian, menambah kecentilan Tante Mia.Kuungkapkan keraguan jika nantinya Tony datang dan mencari kami dimana dia meninggalkan kami berdua di cafe tersebut, namun semua kekhawatiran itu hanya ditanggapi dengan senyum tenang dan menawan yang merekah di kedua bibir Tante Mia.




















