Wah gawat nih anak. Bokep Barangkali tak pernah dia menyangka aku akan sampai hati mengatakan itu. Dan ini pil anti-hamil. Dia memejamkan mata, tampaknya benar-benar lelah dan ingin istirahat. Tapi aku memang ingin mengorek pendapatnya mengenai aku.“Suka sama Om? Tapi berilah dia kesempatan mengenyam pendidikan. Kutarik T-shirt-nya ke atas dan kujelajahi dengan mulutku lereng bukit diantara belahan dadanya sembari tanganku menanggalkan kaitan BH di punggungnya. Om….”“Ya?”“Saya minta tolong ngantarin Ermita pulang, Om.”“Iya dah, Andi. Kulumat lagi mulutnya. Kamar tidurku adalah kamar tidurmu juga, tempat tidurku adalah tempat tidurmu juga”, kataku dengan nada membujuk.“Gundik”, katanya tertawa sinis. Kuperiksa penisku yang masih panjang setengah tegang. Aku juga bisa membelikanmu pil anti-hamil.”Dia menggeleng.




















