Tak berapa lama batang kontolku pun mulai tenang meski tetap dalam kondisi keras. Ia tersenyum nakal ke arahku dan kemudian dengan telaten membersihkan sisa peju yang tercecer diperutku dengan lidahnya.Mbak ratih kembali menggodaku. Bokep Sambil tak sadar ia memegangi kedua pergelanganku. Aku begelut di dunia usaha sejak aku duduk di bangku SMA hingga belum lama ini aku menyandang gelar sarjana. Kedua telapak tangannya bersandar pada perutku seiring gerakan “upside down” yang dilakukannya.Mungkin karena posisi itu cukup menguras energi, ia pun berebahkan dirinya di atas tubuhku. Perlahan kulepaskan gengaman tangannya dan mengambil posisi memeluknya. Matanya mulai berkaca-kaca dan air mata mulai menetes dari sudut matanya yang indah.“Mbak Ratih, ini tolong diterima ya” ucapku sambil menyodorkan uang.“Apa ini mas?” tanyanya diiringi isak tangis.Ruang dapur yang




















