Kugenjot pantatku dgn irama yg pasti. Kucium lagi berulang-ulang, tangaku mulai aktif meraba payudaranya. Bokep Tak jarang kalau aku baru masuk ruangannya Bu Monic langsung memuji penampilanku. Kami saling berpandangan. Dalam mobilku aku coba menyimpulkan promosi jabatan apa yg akan di berikan Bu Monic kepadaku. Aku tau itu.“Bahkan kamu sering curi-curi pandang kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga.Memang aku sering menatap Bu Monic disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor. Aku masih gugup.“Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Monic melihat tingkahku.“Aku sebetulnya nggak percaya dgn semua ini .aku nggak nygka bisa makan siang sana Ibu seperti ini. Kuhisap lidahnya dgn lidahku. Tapi aku menikmati karena aku juga jatuh cinta dgn wanita cantik idaman hati ini.




















