Kali ini gumpalan itu tampak lebih menonjol, karena posisinya tegak, tak berbaring seperti waktu aku meremasnya tadi. Jelas juga, gejalanya khas disentri. Bokep Gila ! Syeni rupanya tahu kebingunganku. Putih bersih dan bulat. Aku tak menjawab, hanya balas memeluknya. Mungkin faktor inilah yang membuat para ibu muda itu datang ke tempatku. Cup-nya mengendor. “Dokter belum mau pulang ?”
“Belum. “Eh .. Bahkan dengan nakalnya telapak tangnku mengusapi putingnya, keras ! Syeni membuka blousenya sendiri hingga jatuh ke lantai. dia maunya langsung aja. Dalam kebimbangan ini tentu saja aku memelototi terus sepasang buah indah ciptaan Tuhan ini.“Kenapa Dok ?” Pertanyaan yang mengagetkan. Bukan dari atas, tapi dari bawah. Mata yang mengundang !




















