Bentar ya nanti gantian..” kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion.“Oke deh bos..” jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di bangku belakang mobilku.Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari mulut Novi.“Ayo Lis.. Yang seorang berambut pendek, dengan wajah yang manis.Tubuhnya tinggi langsing, dengan kulit agak hitam, tetapi bersih.Sedangkan yang satu berwajah cantik, berkulit putih dan berambut panjang.Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi yang paling menarik perhatian adalah tubuhnya yang padat.Payudaranya tampak besar menerawang di balik seragam sekolahnya.Kami tersenyum pada mereka dan mereka pun membalas dengan genit.“Wan.. Bokep Lu pilih yang mana?” bisik Andi saat kami sedang mengurus cek-in.Memang sebelumnya aku yang janji akan traktir, karena aku baru saja menerima pembayaran dari salah satu proyekku.“Novi” jawabku pendek.“Hehe..




















