No info
Hangatnya, biar begitu, tetap terasa. Tunggu apa lagi. Bokep Ya sekarang..!” pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering. Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Kesempatan tidak akan datang dua kali. Menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aku belum siap. Eh.., kesempatan, kesempatan, kesempatan. Angin menerobos dari jendela. Aku langsung memasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomor-nomornya. Kaki disandarkan di dinding. Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas. Kadang-kadang ketimun. Di balik kain tipis, celana pantai ini ia sebetulnya bisa melihat arah turun naik Si Junior. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?“Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu





















