Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Bokep Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah. Dingin kota ini makin terasa. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi.




















