Irene malahmakin merapatkan kepalaku ke arah vagina basahnya yang lagi berdenyutdan berkontraksi hebat sekali.Sambil terus memberikan kecupandemi kecupan, hisapan demi hisapan yang lembut, aku tidak mau momentyang dia dapat hilang cepat begitu saja. Bokep pengendeh liat kamu senyum. Setelahkulihat ke belakang, “Ya ampuunn..!” tuh ‘Allien’ dengan lucunya sambilmengangkat kayu papan yang gedenya lumayan, “Hihihi…”“Itu papan buat apaan..?”
“Ya kali aja penyakit nubruk kamu kambuh lagi, buat jaga-jaga nih…”
“Hahaha.. Hmm.. Kamu istirahat bentaran di sana, trus entar pulang..”
“Maluuu Yaan.. “Chie kita kerjain nyoo..!” kedip mata Irene dibalas mata sapi si Lisbeth, sepertinya aku akan dikerjai mereka nih. Tubuh Irenekejang-kejang seperti orang kesetanan, matanya tertutup rapat danmulutnya terlihat setengah terbuka hanya mengeluarkan desisan panjang.Terasa olehku lelehan bahkan pancaran lendir yang keluar dari liangkemaluan Irene menerobos melewati




















