“Huffhh pinterr kamu Was.. Sini Mas bikinin buat kamu.”Tanpa menunggu jawabannya aku langsung menunduk dan menyosorkan mulutku di celah itu. Bokep Wasti langsung ketawa geli mendengarnya. “Kasih siapa Mas, kan katanya harus ijin Mas dulu?”
“Makanya itu nanti Mas yang pakai dulu. Untuk menyalurkan hobby isengku saat sekarang ini aku lebih senang dengan cewek-cewek yang berstatus freelance atau cewek bayaran yang kunilai tidak akan membawa tuntutan apa-apa di belakang hari. besok-besok bikinin lagi kayak gini ya?” kataku memberi pujian ketika permainan usai. Jadinya konyol, di luaran aku terkenal sebagai pemuda mahalan kelas atas tapi tanpa ada yang tahu justru partner tetap untuk ber-“iseng”-ku sendiri adalah seorang gadis kampung yang status sosialnya jauh di bawahku.Sriwasti nama asli si cantik anak bekas pembantu rumah tangga orangtuaku,




















