Aku berjalan menuju Sava, aku berusaha menenangkan diriku meski jantungku berdegup sangat kencang. Semakin basah dan licin, kedua kaki Sava melingkari leherku lalu menekan kepalaku untuk lebih dalam lagi melumati vaginanya.“Hhhmmm,” aku sedikit kesusahan dalam bernafas.“Qora, aku juga mau begitu,” ditengah lenguhannya Sava berkata.“Mau apa ?”“Jangan pura-pura deh.”Sava melepaskan jeratan kakinya di leherku, lalu aku bangkit membuka celanaku beserta dalamannya. Bokep Dia berjalan memasuki sebuah outlet pakaian paling mahal disana. Selain itu dia juga disodorkan kontrak di sebuah majalah ternama. Suaranya sangat riang, lebih riang dari biasanya.“Seneng banget kayaknya sih,” aku meraih kedua tangannya, membalik tubuhku lalu membelai lembut rambutnya yang meriap-riap.“Aku lolos audisi top model,” dengan cepat Savana mengambil sebuah kertas tebal bergambar logo audisi pencarian bakat khusus model dan ada sebuah




















