Aku melepaskan pagutanku, menarik jariku keluar dan bangkit berdiri. Video bokep “Jangan menjauh.” Aku menoleh dan memandangnya. Kuraih batang kemaluanku dan menariknya keluar, persis seperti yang sering kusaksikan di film-film blue. “Well juga, kamu akan menurunkanku di sini, atau memasukkan mobilmu dulu?” Aku kembali menatapnya, menunggu satu kalimat yang mungkin bisa menjelaskan mengapa aku ada di sini sekarang bersamanya. Kami lalu berkenalan dan berjabat tangan. Kupejamkan mataku. Setelah itu keheningan kembali di antara kami. Tak ada debaran seperti tadi. Ia melepaskan bibirnya dan menggeleng, saat aku bergerak hendak memeluknya. Kurasakan jemariku menempel di dadanya. “Sori,” bisikku sekali lagi. Akhirnya, dengan rasa nyeri di ujung, batang kemaluanku melesak. Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku.




















