Kali ini sambil dimandikan, mata saya terbuka lebar dan tertuju pada TV walaupun sekali-sekali melirik ke tubuh suster Mia. Saat mengoles dada dan punggung saya dengan sabun cair, saya melirik kearah dadanya, wah besar juga! Bokep Masih lemas?” tanya Mia.“Sudah sehat, kan tadi sudah saya jawab” kata saya sedikit bingung. Jari saya sibuk mengelus vagina dan memainkan klitorisnya. Mia kelihatannya hati-hati untuk tidak sampai menyenggol kontol saya. Kepala saya masih sakit, badan masih panas dan masih tak bertenaga. “Sebentar saja sayang, 10 menit deh” ujar saya dengan nafsu yang sudah naik ke ubun-ubun, berharap Mia mau melayaniku.




















