Besok jam 12 aku jemput di luar kantormu. Aku sudah melirik satu gaun malam warna hitam yang aku suka, tapi belum kubeli sampai sekarang karena lumayan mahal. Bokep Tapi cuma satu jam, aku enggak boleh telat.”
Akhirnya aku mengiyakan ajakan Kelvin. Di luar sepi-sepi saja, hanya ada satu dua orang yang sedang berbelanja. Untuk buang kesal, aku jalan-jalan lihat mobil-mobil di showroom. Di hatiku sudah ada orang lain. Tidak keras, tapi cukup membuat dia kaget. Nah, di sinilah aku ketemu lagi dengan Kelvin. Aku sudah tidak peduli bahwa kami berada di tempat umum, siapa saja kapan saja orang bisa lewat dan mendengar suaraku.




















