“Siang Pak !” sapaku dengan senyum dipaksa “Siang, ada perlu apa ?” “Ini Pak, saya mau tanya tentang absen saya, kok bisa lebih padahal dicatatan saya cuma tiga…” demikian kujelaskan panjang lebar dan beliau mengangguk-anggukkan kepala mendengarnya. Inilah saatnya menjajal teknik menyepongku, diriku berkonsentrasi menelan dan mengisapnya berusaha agar cairan itu tidak terbuang setetespun. Bokep Hhmm….hampir sedikit lagi masuk seluruhnya tapi nampaknya sudah mentok di tenggorokanku. Jantungku berdetak lebih kencang saat kuketuk pintunya. Sementara tangannya yang lain merambah lebih jauh ke dalam rokku hingga akhirnya menyentuh pangkal pahaku. 20 menit lamanya kami berpacu dalam gaya demikian berlomba-lomba mencapai puncak. Akhirnya mulutnya bertemu dengan mulutku dimana lidah kami saling beradu dengan liar. Tegang juga rasanya baru pertama kalinya diriku keluar rumah tanpa pakaian dalam




















