Dalam hati sempat aku bertanya, apakah yang telah di ceritakan Ananda kepada kedua orang tuanya tentang diriku. Bokep indo Ketika waktu menunjukan pukul 23.30 aku mengatakan kepada Ananda. “Ananda masih pingin ngobrol dengan Adiet nih bolehkan?” rajuknya manja. “Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian. Seminggu setelah pertemuanku dengan Ananda di cafetaria. Sejujurnya aku memang mengagumi pesona Ananda yang kayaknya bakal jadi bunga kampus nantinya. Dan kebetulan aku bersama teman-temanku bermain musik akustik di cafe itu setiap 3 kali seminggu. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. “Maksud kamu?”tanya Ananda lagi. Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. “Baiklah, asal nanti pulangnya Adietya yang nganterin!” tegas papanya.











