000 kepada Sarinem pelajan rumah jang setia. Esok harinja* pagi2, kami berangkat menuuju kota Bandung*.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Aku buru2 masuk. Bokep Suhubadan- ku mendjadi bertambah hangat. Dibawah pohon kambodja kulihat Tante menangis tersedu-sedu. ia ramah. Dalam keadaan sakit itu tidak ada jang dikerdjakE.nnja.Ajah menjuruh aku menelepon sekertarisn^a dikantor. Gurunja sudah tua-tua. Sungai meluap, meng genangi rumah2 dan tanaman jang berada dikiri kanan. Aku senang padanja. Ajah sangat baik pada Sarinem. „Cassanova. Dengus napas beliau terengah enga h. Aku sedang berbaring ditempat tidur. Hatiku senang. Isiaku baru sepuluh tahun. Senang sekali mendengar pudjian itu.Sesudah ajah meninggal dunia suasana dalamj rumah bertambah sepi. Dan paling achir aku membatja artikel tentang riwajat seorang penulis jang kenamaan.Tulisan itu mcndjemukan, aku berhenti ment batja. Karangan bunga bertimbun-timbun Dan para pedagang




















