Jendela kubuka. Bokep indo Astaga. Aku tahu di mana ruangannya. Ini kesempatan kedua. Ke bawah lagi: Tidak. Benarkan kesempatan itu lewat. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. Tidak lama wanita itu mengetuk langit-langit mobil. Aku tersetrum. Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Aku tidak dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat. Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja. Dari atas: Turun. Ia sudah membereskan peralatan pijat. Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya. Keras sekali.“Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.”Ia berdiri. Ia membuncah ketika aku melumat klitorisnya. Jendela kubuka. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan.




















