Setelah berbincang sejenak aku pamit untuk mematikan telepon dengan alasan akan melakukan sesuatu. Halloo..!”, sapaku setelah menekan tombol Yes. Bokep Aku sekarang ke rumahmu ya? Rasanya benar-benar membuat darahku mengalir ke atas kepalaku. Hai Lia..! Kau kujemput dan kita check in terus melakukan hal yang sesungguhnya yuk”, ajak Amin. “Emangnya gue pikirin, lagian ngapain kamu ikutan bugil di sana?”, ujarku.“Lia! Kalau kudengar dari deringnya, aku yakin ini datangnya dari salah seorang pembacaku, karena memang bagi pembaca yang sudah memenuhi persyaratanku, nomor handphonenya segera kumasukkan memory dan kukumpulkan dalam satu nada dering khusus. Karena aku memakai hands free, maka aku tetap masih bisa mengobrol dengan kedua tanganku tetap bebas bisa beraktifitas.




















