Uang jajan tak pernah kurang. Saat mataku melirik ke arah dalam lemari es, mencari minuman, kusempatkan untuk melirik sekali lagi ke arah batang kontol Willy. Bokep Bisa berabe nih. Hampir tiap hari dia ada di rumah. Karena seringnya si Willy di rumah, aku dan adik-adikku jadi akrab dengan dia. Bibir bawahnya digigit-gigitnya dengan giginya. Waktu itu malem hari. Paling kalau Mama lagi bosen dan ingin cari variasi pasangan lain, barulah dia ngibrit dari rumahku, balik ke kostnya. Badannya yang tinggi dan kekar berotot itu polos. Aku baru pulang. Dia masih kelas tiga SMU. Pandanganku kualihkan ke lemari es. Batangnya gemuk, segemuk botol coca cola yang sedang dipegangnya. “Gila lo,” kata Mimi. Saat menatap ke arah sana aku kembali kaget. Jangan salah sangka dulu




















