Alamak.., jauhnya. Bokep Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Tidak lama wanita itu mengetuk langit-langit mobil. Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Aku duduk di tepi dipan. Junior berdenyut-denyut. Atau mau gunting? Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat.Bau tubuhnya tercium. Masih melongo.“Itu jendelanya dirapetin dikit..,” katanya lagi.“Ini..?” kataku.“Ya itu.”Ya ampun, aku membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas ranjang yang putih. Ke bawah: Tidak. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Betisnya mulus ditumbuhi bulu-bulu halus.




















