Boleh kan? Bokep Karena aku tak ingin membuka rahasiaku sendiri.Walaupun cuma seorang pembantu, Mbak Ning meninggalkan kesan yang mendalam di hatiku. Mengambil air minum dari dispenser, lalu membawanya ke meja kerjanya. Entah siapa yang bermasalah. Mama masih diam juga. Seperempat jam juga selesai.Pada saat itulah kenekadanku timbul. Terasa sekali bedanya!Ton… Mama menoleh lagi ke arahku, Kamu kok lain dari biasanya?Aku tidak menjawab. Tapi jelas benar di mataku bahwa bibir Mama itu menyunggingkan senyum. Bahkan suhu badannya mulai menghangat. tanyaku menawarkan jasa.Mama menengok ke belakang, tersenyum dan menyahut, Gak usah.Kerjaan gampang. Pantesan… ibu tiriku melepaskan zakarku dari genggamannya, lalu merebahkan diri sambil menyingkapkan dasternya sampai ke bagian perutnya.




















