Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Bokep indo video “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Katanya mau jadi isteri shalihah?




















