“Tapi kamu suka kan, Roy..?” Kata-katanya terdengar jelas setengah merayu. Bokep indo kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku. Kurasakan ujung kemaluanku mulai berdenyut-denyut siap memuntahkan laharnya. Kulihat air itu menjadi bergulung-gulung membentuk pusaran lalu menghilang ke dasarnya mengeluarkan bunyi yang berdesis. “Hei, Roy.. Hari masih pagi. Mungkin akibat pertarungan cinta yang berlangsung dasyat tadi malam. aku suka itu!” ujarku datar diikuti tawa kami berbarengan. Sejenak kuperhatikan bayanganku yang terpantul jelas pada cermin lebar yang terletak persis di hadapanku. Kurasakan air itu mengucur deras dari organ tubuhku yang mengeras dan panjang. Pikiranku menjadi kacau. Posisi tidurnya belum berubah. Pikiranku menjadi teringat kembali pada mimpi yang sempat kualami.Saat itu aku berada di sebuah bar. kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku. Mimpi yang konyol”, pikirku.




















