Aku menganalisa ruangansekitarnya. Bokep Pasti mahalyah?!” jawabku kagum.“Ngga juga sih. Kepala ogutrada berat.”“Kalo gitu stop minum dulu,biar ngga tambahpusing.” jawab tante Ani.Aku merasa tante Ani berusaha mencegahkuuntuk pulang ke rumah. Untung aku selalu memakaijaket tipis biar keluar malam. Keragu-raguanku ini terbaca oleh tante Ani. Aku untuk sementara inijuga masih single. Aku pun segera melepas jaketaku yang kenakan. Setiap hari Sabtu ayah sukamenjemputku sepulang sekolah,maklumbiasanya sekolahku hanya masuk 1/2 hari di hariSabtu dan kami berdua suka jajan di luarsebelum pulang ke rumah.Sejak bekerja di bengkel itu,aku menjadi dekatdengan ayah. Seingatku waktuitu ada BMW,Mercedes,dan mobil kijang. Malaikat keberuntungan sedangberada disamping ayah. TanteAni seakan-akan menikmati betul ciuman ini.Nafas tante Ani pun masih teratur,tidak adatanda sedikitpun kalau dia tersangsang.“Sudah cukup dulu.




















