ngnggnn.. “Kamu ada masalah apalagi dengan Enni?”
“Biasa, sifat kekanak-kanakannya belum mau hilang.”
“Ya sudahlah, tadi dia nangis telpon aku..”
“Lalu? Bokep “Ahkk..”
Tanganku mencengkeram pahanya, berusaha menahan spermaku yang hampir keluar. oohh.. Menyandarkan tubuhku di tembok di sebelah rak buku, dan membiarkan orang-orang memandangku dengan heran saat aku tertawa. Mungkin kalian pernah merasakan (paling tidak sekali) serius menjalin hubungan dengan seseorang, dan begitu pula aku. Kukulum lagi bibirnya, sekarang tanganku mengangkat bagian bawah bajunya. “Tapi ada syaratnya..”
Sial! mm.. nyari tempat yuk,” kataku. Bener kan? “Aku sebenarnya juga mau.”
Wah, ini luar biasa, pikirku. Kulihat pandangan matanya yang sayu, melihat anggukan kecilnya. Waktu itu aku sedang menikmati membaca buku komik Jepang Elex Media terjemahan bahasa Indonesia (entah apa judulnya, soalnya aku tak ingin repot mengingatnya).




















