tapi aku sepertinyna tidak khawatir sedikitpun karena aku merasa senang sekali. Aku menjerit tertahan setelah alatnya terasa memasuki vaginaku. Bokep Akupun menuju ke ruangan Pak NS. Mulai terlihat sifat Pak NS yang sebenarnya.Pada hari itu Pak NS memberitahuku bahwa nanti pukul 15.00 aku harus ke ruangannya untuk mengukur baju seragam. Pak NS memasukkan jari tengahnya ke dalam Vaginaku dan akupun menjerit, “Sakit Pak”. Aku merasa kerasan untuk menyelesaikan PKL ku di sana. Dia terus mempermainkan payudaraku sambil ia merayuku bahwa aku akan tetap menjadi sekretaris tetapnya dan apa yang dikukannya adalah untuk melancarkan tugasku selanjutnya. Aku menjerit tertahan setelah alatnya terasa memasuki vaginaku. Namun Pak NS berkata lagi, “Kamu nggak usah malu”. Waktu itu aku diterima untuk PKL di sebuah instansi milik Pemerintah.




















