Saya tancapkan terus. Bokep Nanti bilahmu itu tahu sendiri.” Suaranya penuh tantangan.Dan akupun berbalik, nafsuku menggelegak. Segalanya indah. Karena itu pelan-pelan aku turun dari ranjang terus ke kamar mandi.Aku sedang membasuh muka dan kumur-kumur sewaktu Tante Ratih mengetok pintu kamar mandi. Kelihatannya dia memang ingin mengajak aku terus bercakap-cakap karena takut pergi tidur sendirian ke kamarnya. Rahasianya aku ini punya nafsu syahwat besar sekali. Karena gugup.“Tapi Tante suka orang pendiam”, sambungnya.Kami makan tanpa banyak bicara, habis itu kami nonton televisi acara panggung musik pop. Aku menjaga hanya masuk dua pertiga atau tiga perempat.Dan kurasakan Tante Ratih juga berusaha mengendalikan diri. Dia sodorkan juga gundar gigi baru dan odol.“Ini Dit, mandi saja disini,” katanya. Yang tertua adalah aku.




















