Aku terbawa oleh suasana. Aku gak tahu apa arti senyumnya, namun perasaanku mengatakan ada sesuatu yang sebenarnya ingin ia katakan. Bokep indo kasihan mas Edy masih capek!” kata mbak Sally sambil melihat suaminya. “Jam tujuh lewat” kataku langsung memberikannya handuk. Aku gak tahu harus berbuat apa. Aku hanya seorang wiraswasta. Kutunggu mungkin hampir satu jam ketika suamiku muncul di kamar kami. Sehingga aku taruh aja di atas player VCD dalam buffet kami. “Kalau begitu aku mohon maaf, karena aku harus ke salon hari ini. “Eh, kamu An..” suamiku kaget. Kami tinggal di Denpasar, Bali. Demikian juga kedua tamu kami. Sementara mas Tomy kelihatannya cuek aja. Saya tidak tahu berapa jam mereka bertiga bergelut tadi.




















