Badannya basah kuyup keringat dingin. Kiri, kanan, kiri lagi. Bokep Diturunkannya celanaku dan dikuakkan CD-ku ku samping, sehingga batangku yang sudah sekeras pentungan satpam itu teracung. Cepat kuambil keset di ruang tamu, kubasahi dengan air cucian dan kututupkan ke kompor yang menyala itu. Badannya basah kuyup keringat dingin. Maafin Mbak, ya Kun. Maklum kan manten anyar? Tengah malam, aku terjaga. Nasi sudah ada. Apa aku ketularan sakitnya Mbak Narsih. Tanganku masih melepuh. Anaknya cewek berkulit hitam seperti kulitku. Kulihat perut Mbak Narsih, Astaga. Sambil bilang begitu dia mengangkat pantatnya dan melolos roknya lepas. Tetapi mataku tak mau dipejamkan lagi.




















