“Oke, masuk ke ruangan itu dan buka pakaian lo, semuanya!”Dhea berjalan perlahan masuk ke ruangan sebelah, masih pusing akibat pukulan di kepalanya. Wajah Dhea memerah ketika ia mendekati laki-laki yang pertama. Bokep Semburan yang kedua menyembur ke wajah dan buah dadanya. Dhea sendiri mulai tersedak dan batuk, tapi laki-laki itu tanpa peduli mendorong penisnya masuk hingga tenggorokan. Dhea jatuh tersungkur kelelahan dan kesakitan. Laki-laki dibelakangnya mendorong keras dan Dhea langsung menjerit kesakitan. Semua sudah begitu terangsang membayangkan mulut Dhea di penis mereka, sehingga tidak ada yang bisa bertahan lama. Tidak ada lampu satupun tapi ia bisa melihat cahaya datang dari ruangan sebelah dan mendengar suara-suara.




















