Dingin kota ini makin terasa. Bokep indo Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Dia punya usaha untuk hidup. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Aku mematung di tempatku berdiri. Gila. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah.




















