Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Bokep Tanganku mulai merogoh ‘Ms. ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.“Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ” Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku.Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. Penny’ku tanpa rasa jijik sedikitpun.Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms.




















