Itupun belum cukup, diakuinya bahwa dia masih bisa tambah dua burger. Di perjalanan yang lumayan jauh dan macet itu, kita mengobrol panjang lebar mengenai apa saja, kecuali mengenai seks-nya.Sesampainya di butik, aku tahu persis di mana letak baju itu. Bokep Dia menyinggung banyak tempat-tempat kemana dia ingin membawaku, tetapi aku tersenyum saja, tidak memberi tanggapan positif. Aku hanya tersenyum. “Kelvin, aku coba baju dulu ya! “Kamu benar-benar menggairahkan… cuma… tidak seharusnya kamu mengenakan bra…” wajahnya dekat sekali dengan wajahku. Aku hanya tersenyum. “Kamu sungguh cantik!” ujarnya. Kelvin masih sempat-sempatnya mengganti sarung bantal penopang kepalaku tadi. Tapi karena tidak ingin kelihatan desperate, aku mengungkapkan bahwa aku mengkhawatirkan mobilku yang masih parkir di lapangan kantor, dia bilang tidak usah takut.




















