“Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Bokep indo Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Dug! Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Subhanallah … Alhamdulillah…********Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku




















