“Di lantai sebelas, di PT (perusahanku). Bokep indo Kalau Mas?”.“Saya di lantai delapan, di PT (perusahaannya).”
”Oh, wajarlah kalau kita nggak pernah ketemu”. “Sar, naik ke meja dong?”, Katanya sambil mendirikan tubuhku. Setuju!” Candanya dengan nada seperti orang sedang rapat kampung. Aku segera menghampiri dispenser itu, mengambil gelas, dan menuangkan air ke gelasku.Pria yang sedang minum tadi tersenyum menyapaku, aku tersenyum balik, sekedar ramah tamah basa-basi. “Paling-paling pergi sama teman-teman main badminton atau basket”. Aku merasakan ada gairah yang mendorongku untuk berhubungan lebih intim dengan Ditto. “Paling-paling pergi sama teman-teman main badminton atau basket”. Wajahnya pun biasa saja, tampang orang pengejar karir di usia pertengahan dua puluhan.“Sedang lembur juga, Mbak?”, Tanyanya mencoba mencairkan suasana sepi. Karena akhir bulan, seperti biasa aku sibuk membaca dan mengevaluasi




















