Akhirnya aku angkat mbak Femy dan aku tidurkan di kamarnya. Bokep Tak lama tubuh mbak Femy melengkung sambil dia terpekik kecil, memeknya terasa licin sekali. Dia meringis seperti protes karena aku berlama-lama, aku cuma membalasnya dengan senyum kecil. Kemudian aku menuntun dia menuju kamar tidurnya. Dari pahanya aku cium betisnya sampai aku cium ujung kakinya.Selanjutnya gerakan aku balik, aku cium betisnya, kemudian aku cium pahanya, selanjutnya, perlahan aku kecup memeknya. Aku memang sebenernya cuma mau menggoda dia.Setelah chat itu, aku gak begitu memperhatikan mbak Femy karena pekerjaan ku sangat bertumpuk waktu itu. Wah gawat nih, pikirku, bisa gagal rencana karena mbak Femy takut duluan.Hingga satu saat mbak Femy terdiam, sepertinya dia kehabisan kata-kata untuk membicarakan yg lain.












