Menjadikan semua keajaiban itu terhenti. Tak ada lagi kekuatiran seperti kemarin-kemarin. Bokep Mamang jelekk!!. “Sinii!” Salah satu pemuda itu nampak sudah tak dapat menahan emosinya mencoba merampas paksa hp milikku dari tangan mang Gimin. Dan ia pasrah menerima apapun hukuman dariku. Ada rasa penyesalan karena aku tak bisa merawatnya dan berada di dekatnya sebelum kepergiannya. Lidya sengaja menahan sahabatnya itu agak lama dalam peluknya. Tiba-tiba sebuah tinju melayang menghantam wajah mang Gimin. “Sebaiknya kita pulang saja sekarang ya non” ajaknya lembut sambil menyeka pipiku. Tapi pujiannya membuatku tersipu dan merasa bangga setidaknya kini aku sudah bisa mengugguli mbak Narti di sisi itu.















