“Loh, gimana sih. Bokep Hmmm… memang lebih banyak sedikit daripada darah perawan yang pernah aku liat.“Yan kok berdarah sih ?” tanya Nisa panik. “Belom punya lokasi nginep” jawabnya singkat. “Iy sih, namun masa sih dia ninggalin aku gitu aja” jawab Nisa. Pertanyaan terbesar tetap saja, ngapain Nisa melem-malem ada lokasi hiburan malam di Bandung, sendirian lagi. Kemudian aku membelai punggung Nisa kembali. Kan mesti terdapat yang tanggung jawab” jawabku. “Ya iklas lah, namanya pun temen” jawabku. “Iya, iya, sekarang anda tidur istirahat, biar pikiran anda tenang besok” kataku seraya mengelus-elus rambutnya. Bagi pertama kalinya Nisa cukup pakai gaya konvensional, laki-laki diatas. Paha Nisa mengapit pahaku diselangkangannya.“Ma kasih ya Yan, anda selalu tolong aku kalo aku terdapat masalah” kata Nisa. Nisa melenguh kecil “Uhh….”




















